Bangga Berbatik Ria

” Selama orang Indonesia dekat dengan budayanya dan budayanya dekat dengan orang Indonesia, maka Indonesia tetap lestari.”

– Josephine Komara, Desainer Batik

“Baju-baju batiknya bagus, Mas..” komentar seorang teman di suatu sore, ketika melihat saya mengenakan baju batik untuk kesekian kalinya.

Pak Huda, demikian teman saya ini kerap disapa. Ia adalah seorang teman baru dari Magelang, sekaligus teman sekamar saya ketika kami sedang bersama-sama mengikuti sebuah kegiatan pelatihan di Semarang.

Mendengar komentarnya, saya pun hanya mengiyakan, karena awalnya saya menganggap bahwa Pak Huda ini hanya basa-basi saja untuk membuka obrolan sore di hari keempat pelatihan itu.

Namun di luar dugaan, ternyata Pak Huda kemudian bertanya tentang baju-baju batik yang saya kenakan.

“Saya itu pecinta batik sejak lama, Pak. Makanya, selama di Semarang ini selain kaos buat tidur, saya hanya berbekal baju-baju batik saja,” jawab saya penuh rasa bangga.

Ia pun manggut-manggut. Sesaat kemudian, saya pun menjelaskan panjang lebar tentang alasan kenapa saya suka dengan yang namanya baju batik, sekaligus seluk beluk batik-batik yang saya bawa ketika pelatihan selama lima hari itu.

Batik memang lebih baik. Itulah alasan yang mendasari saya suka dan bangga mengenakan baju batik. Kenapa saya mengatakan demikian? Setidaknya ada lima alasan yang menjadikan batik memang lebih baik, sehingga membuat saya jatuh cinta padanya. Apa saja?

Batik Adalah Budaya Asli Indonesia

Indonesia memang penuh dengan pesona. Tidak hanya tentang keindahan alamnya saja, pesona Indonesia juga tercermin dari karya seni dan budayanya. Nah, batik ini adalah salah satunya. Konon, istilah batik sendiri sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak zaman dulu kala. Tepatnya, sejak zaman Majapahit kuno. Dan hingga kini, batik telah menjadi tradisi yang secara turun temurun diwariskan dari generasi ke generasi. Oleh sebab itu, sebagai warga negara yang baik, sudah tentu saya pun harus ikut melestarikannya. Salah satunya adalah dengan menjadikan batik sebagai pakaian sehari-hari.

Batik Adalah Karya Seni yang Bernilai Tinggi

Sebagaimana kita ketahui, batik memiliki beragam jenis motif dan pola. Motif dan pola batik ini tidak dibuat secara asal-asalan oleh pengrajinnya loh. Melainkan, setiap motif dan pola batik memiliki makna dan filosofi tertentu. Biasanya, motif-motif tersebut disesuaikan dengan asal daerah pembuatan batik dan mengandung nasihat baik yang berguna untuk kehidupan. Maka tidaklah berlebihan jika dikatakan, bahwa di setiap guratan motif batik itu terdapat sebuah maha karya seni yang bernilai tinggi.

Batik Adalah Manifestasi Budaya Dunia

Taukah kalian jika pada tanggal 2 Oktober 2009 silam, UNESCO telah menobatkan batik Indonesia sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity? Ya, badan resmi PBB yang membidangi Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan itu telah meresmikan batik Indonesia sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi. Itu artinya, saat ini batik bukan hanya sebagai produk seni dan budaya Indonesia semata. Akan tetapi, batik juga termasuk salah satu manifestasi dunia.

Batik Adalah Simbol Nasionalisme

Kita semua tentu tak akan rela kan ketika ada negara tetangga yang berusaha mengklaim batik sebagai kebudayaan miliknya? Siapapun yang memiliki rasa nasionalisme pasti tidak akan rela. Namun, nasionalisme itu tidaklah cukup hanya dengan kata-kata, melainkan harus dibuktikan dengan perbuatan dan aksi nyata dalam kehidupan sehari. Tentunya dimulai dari sesuatu yang sederhana, yaitu menjaga dan melestarikan batik dengan cara mengenakannya dalam berbagai momentum yang ada, seperti acara-acara resmi kenegaraan, menghadiri undangan pernikahan, bekerja, bersekolah, kuliah, dan acara-acara lainnya.

Batik Adalah Pendongkrak Perekonomian

Bukan hanya sebagai ikon budaya dan simbol nasionalisme, keberadaan batik ternyata juga berperan dalam perekonomian masyarakat. Ya, ketika ada banyak konsumen yang membeli dan mengenakan batik, berarti mereka telah membantu perekonomian para pengrajinnya. Tentu tidak hanya bagi para pengrajin, dalam kapasitas yang lebih luas, industri batik juga berperan penting sebagai penggerak dan pendongkrak perekonomian secara nasional, penyerapan tenaga kerja, serta pemenuhan kebutuhan sandang dalam negeri.

Itulah beberapa alasan mengapa batik memang lebih baik dibandingkan dengan pakaian-pakaian yang lain. Alasan-alasan itulah yang juga mendorong saya untuk mengenakan baju-baju batik dalam berbagai acara, mulai bekerja, menghadiri undangan, hingga berbagai pelatihan sebagaimana pelatihan lima hari di Semarang itu.

Dalam acara pelatihan di Semarang itu sejatinya para peserta memang diharuskan untuk mengenakan batik saat upacara pembukaan dan penutupan saja. Selain dalam kedua acara itu, peserta diperbolehkan mengenakan pakaian bebas asalkan rapi dan sopan.

(Mulai kerja hingga wisata, BTBatik Always)

Namun ternyata, dari pengamatan saya selama lima hari itu, hampir semua peserta selalu mengenakan batik selama sesi pelatihan berlangsung. Motif dan polanya memang beda-beda, karena para peserta pelatihan ini datang dari berbagai pelosok daerah. Ada yang mengenakan motif kawung, parang, dan mega mendung. Ada pula yang mengenakan batik bermotif kontemporer.

Meskipun berbeda-beda, hampir semua peserta pelatihan tetap berbatik ria. Saya dan teman-teman tentunya tidak mempermasalahkan perbedaan pola dan motif batik yang satu dengan yang lain. Banyaknya ragam pola dan motif batik, justru semakin menambah rasa cinta dan bangga saya terhadap batik. Karena, keberagaman pola dan motif batik merupakan bagian dari khazanah kekayaan budaya bangsa yang wajib disyukuri dan dilestarikan.

(Meskipun berbeda-beda, kami tetap bangga berbatik ria)

Berbicara tentang pesona batik Indonesia memang tiada habisnya. Bagaimana tidak, Indonesia memiliki ribuan pola dan motif batik dengan filosofi dan keunikannya masing-masing. Sebagaimana yang ada pada batik Trusmi Cirebon, batik khas pesisiran yang memiliki keunikan berupa motif dan warna yang berbeda dengan batik lain di Indonesia.

Keindahan Batik Trusmi ini telah dikenal luas, bahkan hingga ke mancanegara. Saya sendiri pernah membeli batik Trusmi dengan motif keong hijau. Selain keindahan motifnya, batik Trusmi yang saya beli ini terasa nyaman saat dipakai dan tidak terasa panas. Meskipun murah, tapi berkualitas. Terbukti, meskipun sudah lama, tetap awet hingga kini.

Nama Trusmi sendiri diambil dari nama tempat batik itu berasal, yaitu Trusmi, sebuah kampung di Kecamatan Plered, Cirebon. Di kampung yang kini menjadi salah satu destinasi wisata Cirebon itu, ada lebih dari 1.000 pengrajin batik yang setiap harinya menghasilkan karya-karya yang indah dan menawan.

Jika kita berkunjung ke daerah Trusmi ini, kita akan menemukan deretan toko dan showroom batik Trusmi yang berbaris di jalanan. Salah satunya, adalah BT Batik Trusmi, showroom terbesar dan terluas di Indonesia yang memasarkan produk-produk berupa batik asli dari pengrajin tradisional.

Selain memasarkan batik di beberapa showroom-nya, BT Batik Trusmi juga mengembangkan usahanya secara online melalui media internet. Dengan begitu, pemasaran BT Batik Trusmi pun bisa menjangkau ke berbagai wilayah di seluruh penjuru tanah air. Nah, jika kalian berminat untuk mendapat batik Trusmi, kalian bisa memesannya melalui webstore-nya di btbatiktrusmi.com.

Oh iya, mungkin ada yang bertanya, kenapa sih harus di BT Batik Trusmi? Karena, BT Batik Trusmi ini berbeda dengan showroom lainnya. BT Batik Trusmi tidak hanya sekadar berorientasi pada keuntungan semata. Melainkan, BT Batik Trusmi lebih mengedepankan tanggung jawab budaya yaitu melestarikan seni batik Indonesia, khususnya batik Cirebon.

Harga batik di BT Batik Trusmi boleh saja murah, tetapi bukan berarti murahan, karena BT Batik Trusmi selalu memperhatikan selera pelanggannya dengan terus inovasi serta menjaga kualitas produk yang dipasarkannya.

Untuk merealisasikan prinsip tersebut, BT Batik Trusmi mempunyai lima lapis Quality Control, yang memungkinkan proses inspeksi setiap produk dilakukan secara ketat, mulai bahan, pewarnaan, simetris, hingga jahitannya.

Di showroom dan webstore BT Batik Trusmi ini, kalian bisa mendapatkan berbagai koleksi batik sesuai dengan selera, mulai busana batik pria, wanita, anak-anak hingga kain batik tradisional dari bahan katun sampai ke sutera. Jadi, tak ada alasan lagi untuk tidak BTAlways Batik ya? Apalagi Hari Batik Nasional 2 Oktober 2018 sudah di depan mata. Mari lestarikan batik bersama BT Batik Trusmi, dan banggalah mengenakan batik, karena batik memang lebih baik!

” Saya tidak melahirkan batik, tetapi saya akan terus mengasuh dan memelihara yang ada. Seperti tugas emban.”

– Nusjirwan Tirtaamdjaja (1935-2010)

#btalwaysbatik #haribatiknasional

*****

BT Batik Trusmi

Jl. Trusmi Kulon No.148, Weru Lor, Plered, Cirebon, Jawa Barat 45154, WA: 081564690003, Email: info@btbatiktrusmi.com

*Tulisan ini diikutsertakan dalam BT Batik Trusmi Blog Competitions